“Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu, dan tidak akan meminta hartamu”. (Q.S Muhammad : 36)
Kenikmatan sesaat atau yang sering disebut dengan Hedonisme merupakan penyakit yang telah lama menimpa umat ini. Banyak diantara kita yang sering terjebak dengan penyakit ini. Apalagi dunia anak muda yang sangat sarat dengan dunia glamour, dunia hura-hura. Mereka berpesta pora sambil melantunkan lagu-lagu yang syairnya banyak mengandung makna syirik yang hanya mencari kenikmatan sesaat. Kita lihat saja sekarang, hampir tiap minggu mereka mengadakan festival band yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pokoknya, prinsip mereka adalah yang penting gue senang. Mereka seakan-akan lupa bahwa siapa dirinya sebenarnya.
Apalagi dalam dunia pergaulannya, mereka telah lupa bahkan tidak mau tahu tentang ajaran islam itu sendiri. Terjadilah perkumpulan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya. Mereka bersenda gurau, berpegangan tangan walaupun bukan muhrim, bahkan sampai hubungan seks bebas. Na’udzubillahi min dzalik. Nabi Muhammad bersabda :
“sudah ditakdirkan bagi anak cucu Adam bagian dari zina yang pasti akan menimpanya. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, zina lisan ialah ucapan, zina tangan ialah memegang, zina kaki ialah melangkah dan zina hati ialah menghendaki sesuatu, berangan-angan dan kemaluannya membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
Inilah salah satu dari hedonisme yang menimpa banyak manusia, utamanya pemuda. Hal itu adalah Zina. Zina mata, mereka dengan leluasa memandang hal yang sebenarnya tidak boleh dilihat, utamanya aurat yang notabenenya adalah bukan muhrim yang dimana orang itu juga tidak mempunyai rasa malu untuk mengumbar auratnya, utamanya kaum perempuan. Zina telinga, mereka saling menikmati suara satu sama lainnya, utamanya jika saling menelepon. Disanalah mereka saling menikmati suara itu. Dan tanpa sadar mereka telah berzina. Apalagi jika seorang laki-laki menelpon seorang wanita tanpa suatu keperluan yang jelas, kemudian dia meloudspeaker suara HPnya dan diperdengarkan kepada teman laki-laki lainnya,maka tanpa sadar, sesungguhnya mereka telah melakukan Zina Party (pesta zina). Dan begitu pula dengan jenis zina lainnya yang telah membuat banyak manusia lalai dari hakikat mereka yang sebenarnya.
Itulah kenikmatan sesaat yang telah ditiupkan oleh syetan la’natullah.
Kenikmatan sesaat yang telah membuat manusia terlena oleh dunia. Apalagi penyakit generasi muda yang
sangat menjamur dikalangannya yakni Pacaran. Di dunia pacaran itulah merupakan peluang yang sangat besar terjadinya semua jenis zina yang telah dipaparkan diatas. Bahkan mereka telah berbuat syirik dalam dunia pacaran itu. Dimana, mereka mempersembahkan semuanya hanya untuk pacarnya.
Oleh karena itu, marilah kita merenung. Bayangkan, jika kita saling berduaan dengan pacar, kemudian saat itu kita meninggal?. Bayangkan, jika kita saling menikmati suara bukan muhrim kita melalui telepon ataupun bertatapan langsung, kemudian saat itu kita meninggal?. Bayangkan, jika kita melantunkan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan syari’ah sebenarnya, kemudian saat itu kita meninggal?. Bayangkan, jika kita meninggal dalam keadaan seperti itu?. Bayangkan, jika kita meninggal dalam keadaan tidak diridhai oleh Allah swt?. Apakah kita yakin bahwa kita akan masuk surga, yang didalamnya terdapat kenikmatan abadi yang tak akan kita dapatkan di muka ini yang hanya menjanjikan kenikmatan sesaat?. Sekarang pilihannya ada pada diri kita masing-masing, ingin surga yang menjanjikan kenikmatan abadi, ataukah neraka yang menjanjikan penderitaan abadi?.
Ibnu al-Mu’atz menggubah syair :
"Jauhilah dosa-dosa, kecil, maupun besar, itulah takwa
Berbuatlah seperti orang yang berjalan diatas tanah berduri melihat dengan hati-hati.
Jangan sepelekan dosa kecil, Karena sesungguhnya gunung itu terdiri dari pasir."
Ingat, hidup ini sekejap tapi beresiko. jangan karena mencari kenikmatan sesaat, kita menderita berkepanjangan. Hidup bukan untuk hidup tapi untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati tapi justru karena mati itulah kita hidup. Oleh karena itu, jangan takut mati, jangan cari mati, jangan lupa mati tapi rindukanlah mati. karena mati adalah pintu untuk berjumpa dengan-Nya (Allah swt Penguasa alam semesta).
Wallahu a’lam
Sri Wahyudi
"Sang Motivator Ummat"
Kenikmatan sesaat atau yang sering disebut dengan Hedonisme merupakan penyakit yang telah lama menimpa umat ini. Banyak diantara kita yang sering terjebak dengan penyakit ini. Apalagi dunia anak muda yang sangat sarat dengan dunia glamour, dunia hura-hura. Mereka berpesta pora sambil melantunkan lagu-lagu yang syairnya banyak mengandung makna syirik yang hanya mencari kenikmatan sesaat. Kita lihat saja sekarang, hampir tiap minggu mereka mengadakan festival band yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pokoknya, prinsip mereka adalah yang penting gue senang. Mereka seakan-akan lupa bahwa siapa dirinya sebenarnya.
Apalagi dalam dunia pergaulannya, mereka telah lupa bahkan tidak mau tahu tentang ajaran islam itu sendiri. Terjadilah perkumpulan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya. Mereka bersenda gurau, berpegangan tangan walaupun bukan muhrim, bahkan sampai hubungan seks bebas. Na’udzubillahi min dzalik. Nabi Muhammad bersabda :
“sudah ditakdirkan bagi anak cucu Adam bagian dari zina yang pasti akan menimpanya. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, zina lisan ialah ucapan, zina tangan ialah memegang, zina kaki ialah melangkah dan zina hati ialah menghendaki sesuatu, berangan-angan dan kemaluannya membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
Inilah salah satu dari hedonisme yang menimpa banyak manusia, utamanya pemuda. Hal itu adalah Zina. Zina mata, mereka dengan leluasa memandang hal yang sebenarnya tidak boleh dilihat, utamanya aurat yang notabenenya adalah bukan muhrim yang dimana orang itu juga tidak mempunyai rasa malu untuk mengumbar auratnya, utamanya kaum perempuan. Zina telinga, mereka saling menikmati suara satu sama lainnya, utamanya jika saling menelepon. Disanalah mereka saling menikmati suara itu. Dan tanpa sadar mereka telah berzina. Apalagi jika seorang laki-laki menelpon seorang wanita tanpa suatu keperluan yang jelas, kemudian dia meloudspeaker suara HPnya dan diperdengarkan kepada teman laki-laki lainnya,maka tanpa sadar, sesungguhnya mereka telah melakukan Zina Party (pesta zina). Dan begitu pula dengan jenis zina lainnya yang telah membuat banyak manusia lalai dari hakikat mereka yang sebenarnya.
Itulah kenikmatan sesaat yang telah ditiupkan oleh syetan la’natullah.
Kenikmatan sesaat yang telah membuat manusia terlena oleh dunia. Apalagi penyakit generasi muda yang
sangat menjamur dikalangannya yakni Pacaran. Di dunia pacaran itulah merupakan peluang yang sangat besar terjadinya semua jenis zina yang telah dipaparkan diatas. Bahkan mereka telah berbuat syirik dalam dunia pacaran itu. Dimana, mereka mempersembahkan semuanya hanya untuk pacarnya.
Oleh karena itu, marilah kita merenung. Bayangkan, jika kita saling berduaan dengan pacar, kemudian saat itu kita meninggal?. Bayangkan, jika kita saling menikmati suara bukan muhrim kita melalui telepon ataupun bertatapan langsung, kemudian saat itu kita meninggal?. Bayangkan, jika kita melantunkan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan syari’ah sebenarnya, kemudian saat itu kita meninggal?. Bayangkan, jika kita meninggal dalam keadaan seperti itu?. Bayangkan, jika kita meninggal dalam keadaan tidak diridhai oleh Allah swt?. Apakah kita yakin bahwa kita akan masuk surga, yang didalamnya terdapat kenikmatan abadi yang tak akan kita dapatkan di muka ini yang hanya menjanjikan kenikmatan sesaat?. Sekarang pilihannya ada pada diri kita masing-masing, ingin surga yang menjanjikan kenikmatan abadi, ataukah neraka yang menjanjikan penderitaan abadi?.
Ibnu al-Mu’atz menggubah syair :
"Jauhilah dosa-dosa, kecil, maupun besar, itulah takwa
Berbuatlah seperti orang yang berjalan diatas tanah berduri melihat dengan hati-hati.
Jangan sepelekan dosa kecil, Karena sesungguhnya gunung itu terdiri dari pasir."
Ingat, hidup ini sekejap tapi beresiko. jangan karena mencari kenikmatan sesaat, kita menderita berkepanjangan. Hidup bukan untuk hidup tapi untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati tapi justru karena mati itulah kita hidup. Oleh karena itu, jangan takut mati, jangan cari mati, jangan lupa mati tapi rindukanlah mati. karena mati adalah pintu untuk berjumpa dengan-Nya (Allah swt Penguasa alam semesta).
Wallahu a’lam
Sri Wahyudi
"Sang Motivator Ummat"











