Sang Motivator Ummat

Sang Motivator Ummat

Sang Motivator Ummat

Sang Motivator Ummat

Sang Motivator Ummat

Sang Motivator Ummat

Sang Motivator Ummat

Sang Motivator Ummat

Minggu, 13 Februari 2011

“VALENTINE”, pertarungan antara iman dan syahwat

Bulan februari merupakan bulan pink atau coklat bagi sebagian insan. Dipertengahan bulan tersebut terdapat sebuah tanggal yang sangat fenomenal yakni tanggal 14. Hari yang paling ditunggu oleh sebagian insan. Fenomena itu disebut valentine.

Namun, seperti yang kita ketahui semua bahwasanya semua ulama mengharamkan hari valentine bagi umat islam. Tentunya ulama-ulama tidak sembarang memberi fatwa haram. Mereka telah mempelajari dengan baik mulai sejarah sampai segala halnya yang berhubungan dengan valentine itu.

Keanehan yang terjadi dalam realita kehidupan adalah banyak orang yang tidak mempedulikan fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan oleh para ulama yang tidak diragukan lagi keilmuannya tentang islam. Banyak diantara mereka yang menyangkal pendapat ulama hanya dengan syahwat atau dengan logika mereka sendiri. Mereka mengeluarkan fatwa mereka sendiri seakan-akan dia lebih hebat dari para ulama. Ada yang mengatakan bahwa, “kok bisa ulama berpendapat seperti itu, inikan hari kasih sayang?”. Ini bukan masalah kasih sayangnya tapi karena banyaknya mudharat dalam valentine itu. Dalam islam kasih sayang bukan hanya satu hari saja bahkan setiap waktu. Namun coba perhatikan, mereka mencoba untuk melawan fatwa ulama yang sandaran fatwanya adalah Alquran yang merupakan kalamullah dan hadits yang sumbernya adalah pribadi yang paling hebat dan terpercaya adalah Rasulullah Saw. Sedangkan mereka mengeluarkan pendapat hanya dengan dorongan syahwat atau dengan logika semata.

Saudaraku,

Seandainya syariah agama ini hanya dengan logika maka yang dicuci pada saat wudhu kita batal karena buang angin adalah tempat keluarnya angin itu bukan tangan, kaki, muka, dan sebagainya. Tapi faktanya jika kita berwudhu yang kita cuci adalah tangan, muka, kaki dan sebagainya, bukan tempat keluarnya angin yang menyebabkan wudhu kita batal. Semua itu karena agama ini bukan dengan logika tapi agama ini dengan dalil-dalil yang jelas dan shahih.

Saya menangkap sebuah fenomena yang sangat buruk yang dipraktekkan oleh sebagian dari umat ini. Jika budaya agama lain mereka suka untuk melaksanakannya, tapi syariah agama mereka sendiri mereka enggan untuk melaksanakannya. Katakanlah kepada orang yang termasuk dalam kategori ini bahwa, “Jika engkau memang tidak suka dengan syariah agama ini lantas kenapa engkau memeluk agama ini?, apakah engkau tidak percaya dengan Allah dan rasul-Nya?. Jika engkau enggan melaksankan syariah agama ini maka carilah tuhan selain Allah?. Namun apakah ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa?. Karena itu ikutilah segala perintah-Nya.”

Apakah engkau masih ingin melawan pendapat para ulama yang telah mencurahkan segala waktu dan kekuatannya hanya untuk kebaikan umat islam?. Ingat !, referensi mereka adalah Alquran dan hadits. Apakah engku ingin menentang firman Allah dan komplain dengan hadits Nabi?. Jika tidak, maka percayalah denga para ulama karena mereka tidak akan mungkin mengeluarkan fatwa yang tidak baik bagi umat islam. Tidak mengikuti perintah Alquran dan hadits berarti tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya.

Karena itu jangan gerakkan syahwatmu dalam syariah islam tapi gerakkanlah imanmu. Jika kualitas imanmu baik maka hidupmu akan senantiasa berada di jalan kebenaran. Hati-hati dengan syahwatmu karena dia akan selalu menuntunmu ke jalan yang salah.

Saudaraku,

Renungilah !, keburukanmu tidak akan pernah benar walau bagaimanapun engkau membenarkannya tapi kebaikanmu akan selalu benar walau bagaimanapun orang lain menyalahkannya. Jangan mencari alasan untuk tidak berbuat baik tapi perbanyaklah alasan untuk tidak berbuat buruk. Semangat dan berlomba-lombalah dalam kebaikan karena hanya kebaikan yang dapat membenarkanmu untuk bisa masuk surga.

Jangan jadikan tubuhmu sebagai ladang dosa tapi jadikanlah tubuhmu sebagai ladang pahala. Jangan menjadi dosawan dan dosawati tapi jadilah pahalawan dan pahalawati.

Jangan remehkan keburukan (maksiat) sekecil apapun karena keburukanlah yang dapat membawamu ke neraka. Jangan pula meremehkan kebaikan sekecil apapun karena hanya kebaikan yang akan membawamu ke surga.

Katakan HARAM bagi valentine, katakan HARUS bagi syariah islam.


Sri Wahyudi
"Sang Motivator Ummat"

0 komentar:

Posting Komentar