Bunuh diri karena bangkrut, manjadi lemah karena putus cinta, mengakhiri hidup karena kehilangan pekerjaan, korupsi karena tidak tahan hidup menderitra. Semua fenomena ini adalah fenomena yang kerap menghiasi mata dan telinga kita tiap hari. Dan anehnya fenomena itu itu kerap dialami oleh umat muslim. Lalu apa yang menyebabkan sehinngga hal itu bisa terjadi?. Jawaban kita mungkin berbeda-beda, namun satu hal yang harus kita ketahui bahwa hal tersebut tidak pantas untuk dialami oleh seorang muslim sejati. Hanya karena bisnisnya bangkrut kemudian bunuh diri, lemah karena putus cinta, korupsi keran tidak tahan hidup menderita.
Sekali lagi hal itu tidak pantas terjadi pada umat yang mulia ini. Dunia ini begitu hina untuk kita sedihkan. Tidak pantas hanya karena urusan dunia kemudian kita menyerah dan menjadi lemah . dunia ini hanyalah sebuah wadah yang sempit, dunia ini hanyalah sebuah jembatan yang harus kita lalui untuk menuju kehidupan abadi. Tidak pantas diri kita jatuh dari jembatan itu kemudian kehilangan arah hidup. Jembatan itu begitu pendek. Jangan sampai jembatan (dunia) itu membuat pikiran kita menjadi pendek.
Banyak juga orang yang putus asa karena tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka melemah ketika tidak menemukan jalan keluar dalam permasalahannya. Sekali lagi, hal itu tidak pantas membuat kita lemah. Pekerjaaan atau jabatan kita, jabatan apapun itu, hanyalah sebuah urusan yang kecil yang tidak pantas membuat kita menjadi tidak berdaya dan menyerah dalam kondisi itu.
Ingat, kita telah diberi sebuah gelar oleh Allah swt, gelar yang begitu menakjubkan, sebuah gelar yang tidak akan bisa terkalahkan oleh gelar lainnya.:
“kalian adalah umat yang terbaik” (QS. Ali Imran : 110)
Subhanallah, sebuah gelar yang patut dan wajib untuk kita hargai. Ingatlah gelar kita “Umat terbaik”. Tidak pantas umat terbaik menjadi lemah hanya karena masalah kecil. Tidak pantas kita dikalahkan oleh dunia, tidak pantas kita jatuh di jembatan pendek ini.
Sekarang mari kita ubah pola pikir kita. Yakinlah bahwa kita kuat untuk memikul beban hidup kita. Semua yang dipikul adalah hal yang ringan karena karena tidak mungkin kita memikul hal yang lebih dari kekuatan kita, sangat mustahil. Semua yang mampu kita pikul adalah ringan karena dibawah kekuatan kita. Ingatlah selalu perhatian Allah kepada kita
“Allah tidak akan membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya”(QS. AL Baqarah : 286)
Jadi semua beban kita adalah ringan karena Allah menjamin kita bisa melakukannya. Sekali lagi, beban itu ringan karena dibawah level kekuatan kita.
Renungilah….
Tidak pantas dunia yang hina ini membuat kita bersedih,
Jangan bersedih, karena kita adalah umat yang terbaik.
Sri Wahyudi
"Sang Motivator Ummat"
Sekali lagi hal itu tidak pantas terjadi pada umat yang mulia ini. Dunia ini begitu hina untuk kita sedihkan. Tidak pantas hanya karena urusan dunia kemudian kita menyerah dan menjadi lemah . dunia ini hanyalah sebuah wadah yang sempit, dunia ini hanyalah sebuah jembatan yang harus kita lalui untuk menuju kehidupan abadi. Tidak pantas diri kita jatuh dari jembatan itu kemudian kehilangan arah hidup. Jembatan itu begitu pendek. Jangan sampai jembatan (dunia) itu membuat pikiran kita menjadi pendek.
Banyak juga orang yang putus asa karena tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka melemah ketika tidak menemukan jalan keluar dalam permasalahannya. Sekali lagi, hal itu tidak pantas membuat kita lemah. Pekerjaaan atau jabatan kita, jabatan apapun itu, hanyalah sebuah urusan yang kecil yang tidak pantas membuat kita menjadi tidak berdaya dan menyerah dalam kondisi itu.
Ingat, kita telah diberi sebuah gelar oleh Allah swt, gelar yang begitu menakjubkan, sebuah gelar yang tidak akan bisa terkalahkan oleh gelar lainnya.:
“kalian adalah umat yang terbaik” (QS. Ali Imran : 110)
Subhanallah, sebuah gelar yang patut dan wajib untuk kita hargai. Ingatlah gelar kita “Umat terbaik”. Tidak pantas umat terbaik menjadi lemah hanya karena masalah kecil. Tidak pantas kita dikalahkan oleh dunia, tidak pantas kita jatuh di jembatan pendek ini.
Sekarang mari kita ubah pola pikir kita. Yakinlah bahwa kita kuat untuk memikul beban hidup kita. Semua yang dipikul adalah hal yang ringan karena karena tidak mungkin kita memikul hal yang lebih dari kekuatan kita, sangat mustahil. Semua yang mampu kita pikul adalah ringan karena dibawah kekuatan kita. Ingatlah selalu perhatian Allah kepada kita
“Allah tidak akan membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya”(QS. AL Baqarah : 286)
Jadi semua beban kita adalah ringan karena Allah menjamin kita bisa melakukannya. Sekali lagi, beban itu ringan karena dibawah level kekuatan kita.
Renungilah….
Tidak pantas dunia yang hina ini membuat kita bersedih,
Jangan bersedih, karena kita adalah umat yang terbaik.
Sri Wahyudi
"Sang Motivator Ummat"










